Sabtu, 22 Mei 2010

Hachiko(kisah kesetiaan seekor anjing)


Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali.. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”

” Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

kepribadian menurut golongan darah


Golongan darah AB, berikut ini penjelasannya :

- Mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.

- Penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.

- Keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.

- Cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.

- Sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.

- Mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Golongan darah B, berikut ini penjelasannya :

- Cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.

- Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.

- Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.

- Cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.

- Terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka

Golongan darah O, berikut ini penjelasannya :

- Biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup dan menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.

- Dapat menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).

- Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.

- Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, "loved by all". Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.

- Sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.

- Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain

- Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati.

Golongan darah A, berikut ini penjelasannya :

- Berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool.

- Karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.

- Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang, sungguh-sungguh dan konsisten.

- Berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.

- Kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.

- Mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.

- Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber´temperamen´ sama.

Tips menghadapi psikotest


Salah satu cara lembaga atau perusahaan untuk menguji calon karyawannya adalah dengan mengajukan sejumlah tes psikologi dikenal dengan psikotest. Test ini sangat menentukan masa depan calon karyawan dan secara teoritis untuk mengetahui potensi calon pegawai. Pada umumnya model psikotest ini relatif tidak berubah karena memang dibuat secara standar tidak hanya nasional tetapi juga internasional.
Untuk memasuki lembaga media massa juga psikotest memiliki standar hampir sama dengan perusahaan lainnya. Tulisan ini masih akan berkembang, namun ada beberapa prinsip yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi psikotest ini.
Pertama-tama tentu kita harus tahu jenis-jenis psikotest itu.

1. Tes IQ: biasanya contoh soal-soal ini dapat mudah didapatkan di toko buku. Tes kecerdasan ini melibatkan serangkaian soal matematika dalam istilah tesnya tes verbal dan non verbal. Angka dan bahasa merupakan bagian dari tes ini. Jika Anda senang dengan teka teki silang dan hitungan secara cepat maka Anda beruntung bisa lulus. Namun tes IQ memang dibuat standar agar bisa dilakukan setiap orang.

2. Tes Kepribadian. Di dalam tes ini Anda akan dihadapkan kepada serangkaian pertanyaan mengenai berbagai dilema dalam pekerjaan, seperti bagaimana menghadapi konflik, bagaimana bekerja sama dan bagaimana solusi jika menghadapi suatu dilema. Dari sini dapat dikaji, seberapa jauh kemampuan Anda bekerja dalam tim dan apakah Anda termasuk orang yang �hangat� dalam pergaulan dan tidak �kaku�.

3. Tes Kemampuan. Anda akan diuji serangkaian tugas di bawah tekanan tinggi, apakah Anda masih bisa melakukannya. Biasanya tes kemampuan ini mengkondisikan Anda dalam suasana penuh tekanan tetapi harus menyelesaikan soal dengan cepat. Bisa bentuknya angka atau permainana kata-kata. Bisa pula berupa grafik dan bentuk-bentuk tiga dimensi.

4. Tes Kreatifitas. Biasanya Anda akan diminta menulis atau menggambarkan sesuatu. Pada salah satu tes Anda diminta melanjutkan gambar dari enam kotak yang sudah ada. Lanjutkan dengan ilustrasi yang baik semaksimal mungkin. Satu lagi tes final biasanya Anda diminta menggambar. Saya sarankan gambarlah orang yang sedang aktif bertindak, misalnya sedang lari sehingga terlihat aktif. Kata psikolog, orang yang seperti itu termasuk dinamis dan kreatif. Itu pendapat psikolog.

Jumat, 26 Maret 2010

Komunikasi Verbal

A. Pengertian Komunikasi Verbal
Pengertian komunikasi verbal dapat diartikan sebagai berikut:
Komunikasi verbal yaitu komunikasi yang disampaikan melalui kata-kata baik yang diucapkan maupun ditulis atau
Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi yang didalamnya menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti.
Komunikasi verbal (word of mouth) tidak hanya terjadi lewat pembicaraan tatap muka saja melainkan termasuk komunikasi antar kelompok kecil dan kepanitiaan sampai berbicara didepan kelompok besar.
Ada empat Ruspon verbal mendengarkan (Listening Respons) yaitu
a. Respons mendengarkan (listerning respons) untuk keberhasilan proses
komunikasi, komunikator, harus menguasai respons mendengar yaitu dengan
teknik :
- Paraphrase, merupakan teknik pengembalian isi pesan kembali kepada
komunikasi.
- Clarification, adalah respons mendengarkan yang digunakan oleh komunikasi
untuk mendorong komunikasi agar berkata yang sebenarnya.
- Reflektion of Feeling, adalah respons mendengarkan yang berhubungan dengan
perasaan atau isi pesan komunikasi (pihak yang didengarkan)
- Summatization merupakan teknik respons dengan menyimpulkan dua
parapharese atau refelection of feeling
b. Respons tindakan (action responses) dilakukan oleh komunikator setelah
menghipnotis isi pesan komunikan untuk menanggapi pernyataan komunikan
respons tindakan ini (action responses) bersifat lebih aktif terdiri dari:
- Probe merupakan respons tindakan berbentuk pertanyaan, respons ini lebih bersifat
membuka dan terbuka. Juga digunakan untuk mendorong komunikan agar
mengungkapkan dirinya lebih banyak lagi.
- Ability potential, merupakan respons tindakan dalam bentuk pernyataan yang
menunjukkan atau menggambarkan potensi komunikasi untuk melakukan
sesuatu. Respons ini digunakan agar lebih aktif, sehingga timbul kepercayaan diri
untuk melakukan sesuatu dan memperluas kesadaran akan kekuatan atau potensi
yang dimilikinya.
- Confrontation, adalah respons tindakan yang ditujukan untuk menghadapi
kemungkinan-kemungkinan lain yang dihadapi lawan bicara. Fungsi dari
confrontation antara lain untuk mengidentifikasi pribadi komunikan atau
permasalahan pesan yang dihadapinya secara konrehensif.
- Interpretation adalah bentuk respons tindakan verbal yang bersifat memberikan
penjelasan dari pesan yang telah disampaikan oleh lawan bicara, fungsinya
untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pesan dengan tingkah laku
komunikan. Artinya tingkah laku komunikan dari beberapa gambaran
alternative atau penjelasan yang berbeda. untuk mendorong komunikasi.
Komunikasi verbal dapat dibagi menjadi 2 :
1. Media oral adalah kata-kata yang diucapkan
Contoh dari media oral adalah pembicaraan melalui telepon dan komunikasi tatap
muka.
Cara komunikasi seperti ini lebih baik digunakan untuk menyampaikan pesan yang
ambigu dan tidak rutin. Selain itu cara komunikasi seperti ini dapat dilakukan
menggunakan banyak media serta paling cepat untuk mendapatkan timbal balik
dari penerima pesan.

2. Media tertulis adalah kata-kata yang dituliskan pada suatu media.
Contoh dari media tertulis adalah surat dan selebaran.
Cara komunikasi seperti ini lebih baik digunakan untuk menyampaikan pesan yang
membutuhkan kejelasan dan rutin terjadi. Selain itu cara komunikasi seperti ini
dapat dilakukan dengan menggunakan media yang lebih sedikit daripada oral serta
timbal balik yang diterima juga lebih lambat.
Salah satunya yaitu : Pesan tertulis,materi tertulis, termasuk acara rapat, draft
laporan, surat konfirmasi, order dari pemasok, tetap menjadi sebuah pesan.
Media komunikasi tertulis di perusahaan yaitu:
a. Koran perusahaan
Media tulis yang diterbitkan secara rutin berisi informasi yang menyangkut para
pegawai perusahaan.
b. Buku saku pegawai
Media tulis yang berisi informasi mengenai jenis bisnis, latar belakang dan tata
tertib perusahaan tempat pegawai itu bekerja.

Komunikasi verbal dapat dibedakan ke dalam tiga cara, yaitu dilihat dari:
1. Maksud dan tujuan pesan.
2. Perbedaan simbolik pesan.
3. Mekanisme proses pesan di dalam otak.
B. Karakteristik Komunikasi Verbal
Media massa dapat dikelompokkan ke dalam: media massa cetak dan media massa elektronika. Media massa cetak meliputi koran, majalah, dan buletin. Media massa elektronika mencakup radio, televisi, dan film.
Ada tujuh ciri khas atau karakteristik dari komunikasi massa, yakni :
(1) Komunikasi melalui media massa ditujukan kepada khalayak luas.
(2) Bentuk komunikasi melalui media massa bersifat umum bukan pribadi.
(3) Pola penyampaian pesan secara cepat.
(4) Penyampaian pesan melalui media massa berjalan satu arah.
(5) Kegiatan komunikasi massa dilakukan terencana, terjadwal, dan terorganisasi.
(6) Penyampaian melalui media massa dilakukan secara berkala.
(7) Isi pesan media massa mencakup berbagai bidang kehidupan manusia.
C.Proses Komunikasi Verbal
Kegiatan melalui media massa dilakukan secara terencana, terjadwal dan terorganisasi. Redaksi yang bertindak sebagai "gatekeeper" menjalankan fungsi decoding, interpreting, dan encoding yakni membaca, menyeleksi dan memutuskan hal-hal yang akan dimuat atau disiarkan media tersebut. Setelah melewati gatekeeper ini, pesan-pesan tersebut disebarkan atau disiarkan pada khalayak. Demikian pula halnya dengan khalayak. Mereka juga akan menyeleksi dan menginterpretasikan pesan-pesan media. Karena proses komunikasi massa ini berlangsung satu arah, umpan balik (feedback) bersifat dugaan atau tertunda. Misalkan, bila seseorang tidak tertarik dengan suatu acara, ia akan berhenti melihat secara tersebut.
Secara umum, khalayak akan tertarik pada pesan-pesan media apabila isinya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
(1) "Novelty" (sesuatu yang baru),
(2) Kedekatan jarak (fisik dan psikologis),
(3) Popularitas (mencakup tokoh, organisasi atau kelompok; tempat dan tanggal yang
penting dan terkenal).
(4) Konflik atau pertentangan baik dalam bentuk kekerasan maupun menyangkut
perbedaan nilai dan pendapat,
(5) Humor.
(6) Emosi dan simpati.
(7) Nostalgia.
(8) Human interest.

D.Fungsi Komunikasi Verbal
Secara garis besar fungsi komunikasi Verbal ada dua fungsi terhadap masyarakat dan fungsi terhadap individu. Menurut Lasswell dan Wright ada empat fungsi sosial, yaitu: (1) Pengawasan lingkungan.
(2) Korelasi antarbagian dalam masyarakat terhadap lingkungannya.
(3) Sosialisasi.
(4) Hiburan.
Kemudian menurut Lazarsfeld dan Merton fungsi sosial komunikasi Verbal adalah: ]
(1) Memberikan status.
(2) Memperkokoh norma-norma sosial.
Meskipun komunikasi melalui media massa itu fungsional, tetapi dapat berubah menjadi
disfungsional. Sedangkan, fungsi terhadap individu ada tujuh:
(1) Pengawasan atas pencarian informasi.
(2) Mengembangkan konsep diri.
(3) Fasilitas dalam hubungan social.
(4) Substitusi dalam hubungan social.
(5) Membantu melegakan emosi.
(6) Pelarian dari ketegangan dan keterasingan.
(7) Sebagai bagian dari kehidupan rutin atau ritualisasi.
E. Dampak Komunikasi Massa
Dampak media massa dapat dilihat dari 2 aspek, yakni dampak yang berkaitan dengan kehadiran media massa secara fisik dan dampak yang berkaitan dengan pesan-pesan yang disebarkan media massa.



Kehadiran media massa sebagai objek fisik mempengaruhi:
1) Bidang ekonomi.
2) Struktur dan interaksi social.
3) Jadwal kegiatan sehari-hari.
4) Sebagai penyaluran perasaan tertentu seperti kecewa, marah, bosan dan sebagainya.
Sedangkan pesan-pesan yang disebabkan media massa berpengaruh pada aspek kognitif, afektif dan konatif.
Dampak dari pesan-pesan media massa akan semakin kuat bila ditunjang beberapa kondisi sebagai berikut:
1) Exposure (jangkauan pengenaan)
2) Kredibilitas informasi;
3) Konsonansi;
4) Signifikan dengan kepentingan dan kebutuhan khalayak
5) Menyentuh hal-hal yang bersifat "sensitif"
6) Dalam situasi kritis
7) Dukungan komunikasi antarpribadi.




F. Praktek Komunikasi Verbal
Praktek Komunikasi Verbal dapat dilakukan dengan dua cara :
a. Berbicara dan Menulis
Pada umumnya, sebagian besar orang lebih senang berbicara daripada menulis. Alasannya, karena lebih praktis. Namun perlu disadari, tidak semua hal bisa disampaikan secara lisan. Pesan yang sangat penting dan rumit, akan lebih cepat disampaikan dengan menggunakan tulisan.
b. Mendengarkan dan Membaca
Komunikasi yang efektif merupakan komunikasi dua arah. Orang-orang yang
terlibat dalam dunia bisnis cenderung lebih suka memperoleh informasi daripada
menyampaikanya. Disini dibutuhkan keterampilan keterampilan mendengarkan
dan membaca. Mendengarkan adalah mengambil makna dari apa yang didengar.
Artinya, dalam mendengarkan ada empat unsur yang dilibatkan yakni
mendengar,memperhatikan,memahami, dan mengingat.

Kamis, 18 Maret 2010

data kampus

senin : kombis
selasa : Agama buddha and manajemen pemasaran
Rabu : Manajemen Keuangan
Kamis : Pengantar akun and PTI
jumat : statistik, makro and pancasila
hai.............................................................
ini blog saya, jd klo mau info ttg sesuatu yg menarik lihat di blog saya aja yach..........